Skip to content

Ginting dan tukang dawet

by on November 29, 2009

Ginting adalah seorang profesional muda asal Medan yang sedikit tuli. Pria dengan rambut cepak ini pun baru pertama kali berlibur ke kota budaya, Jogjakarta.
Suatu hari dirinya ingin sekali menikmati minuman khas daerah Jogja, yaitu dawet (cendol). Ginting: “Mbak, beli dawetnya.”
Penjual Dawet: “Sampun telas mas.”
Ginting: “Iya, memang harus pake gelas…”
Penjual Dawet: “Mboten wonten mas.”
Ginting : “Betul, memang saya suka pake santen…”
Penjual Dawet: “Dasar sinting! (dengan nada kesal)”
Ginting : “Lho, kok tau nama saya Ginting?”
Penjual Dawet: “Dasar wong edan (tambah kesal)”
Ginting : “Wah mbak betul lagi… saya memang Medan!”
Penjual Dawet: “Dasar wong ora duwe otak! (sambil menggerutu)” Ginting : “Benar, benar saya orang Batak !”
Penjual Dawet: “Dasar budeg…!”
Ginting : “Selain cendol saya memang suka gudeg.”
Penjual Dawet: “Sampeyan kok kurang kerjaan to ?”
Ginting : “Benar sekali mbak, teman-teman saya memang semua kurang kerjaan, cerita kayak gini ini juga dibaca sampai habis!”

From → Uncategorized

One Comment
  1. dyan pangestu permalink

    si ginting emang bikin malu kotaku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: