Skip to content

Jatuh di Got

by on June 9, 2012

Seorang imam tua, yang sudah 40 tahun bertugas di sebuah paroki, sangat kecewa. Ia bahkan sempat merasa harus meninggalkan imamatnya, padahal sudah pesta emas imamat.

Masalahnya selama 40 tahun itu, setiap ada pengakuan dosa, dosa yg paling banyak didengarnya dari umatnya adalah dosa “selingkuh.”

Ia merasa gagal membina moral umat di paroki itu selama 40 thn.

Umatnya merasa kasihan juga dengan pastor tua itu. Mereka semua akhirnya sepakat, supaya kalo mengaku dosa, kata selingkuh diganti dengan istilah “jatuh di got”.

Setiap kali mereka mengaku dosa mereka berkata; Bapa saya telah jatuh di got minggu ini 3x. begitu seterusnya, hampir semua umat mengatakan dosanya, “jatuh di got.”

Pastur itu merasa heran. Ia akhirnya memanggil kepala desa di paroki
tersebut dan berkata: pak kepala desa; kemana saja kau gunakan uang negara, jalan di desa ini tidak kau buat baik, semua umat mengaku jatuh di got?”

Si kepala desa yang tahu maksud istilah itu tertawa, terpingkal2.

Pastur itu marah: ‘kamu tertawa??? istrimu saja seminggu ini juga ngaku dosa, sampai 3 kali jatuh di got!!!

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: